Friday, 14 March 2014

Maret 2014


Hmm.. Maret.. Bulan ini adalah transisi. Transisi masa menunggu. Ya, menunggu pengumuman TKD. Karena di bulan ini aku resmi meninggalkan pekerjaanku yang sudah dijalani selama 4 bulan di salah satu KAP di Jakarta. Maret adalah saatnya aku pulang, menjajaki kampung halaman kembali setelah merantau di ibu kota. Pulang kampung adalah rutinitas tahunanku sebagaimana biasa. Hanya saja, kali ini tidak hanya raga dan sekoper baju yang pulang, tetapi hampir seluruh barang beserta teman-temannya ikut dipulangkan. Tak ubahnya seperti istri yang minta dipulangkan ke rumah orang tua. Haha

Ada sesuatu yang berbeda memang dari kepulangan ini. Tak ada lagi yang tersisa di tempat perantauan. Yang tertinggal hanyalah kenangan selama 3 tahun yang banyak memberi pengalaman dan pelajaran berharga, terlebih masa-masa setelah wisuda. Sekitar 2 jam perjalanan udara membawaku ke Kuala Namu International Airport. Tiba-tiba seperti ada yang mendesak untuk keluar di sudut mata. Tak tertahan, dan pecahlah sudah. Entah apa penyebabnya. Bisa jadi karena meninggalkan perantauan untuk waktu yang lama, atau haru karena akhirnya pulang, atau bisa jadi sebab lain yang tak terdefinisi. Seperti nol dibagi nol, undefined. Langsung saja aku hapus tetesan itu, berhubung sendiri, takut ketauan penumpang sebelah. Gak lucu aja kan kalo diliatin, ditambah aku sambil meluk si 'gembul' (gembul : boneka lebah pemberian temen).Berasa kayak galau tingkat dewa gitu kan jadinya. Padahal lebay aja sih. Haha.

Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya, setiap diri butuh yang namanya pulang. Entah itu untuk liburan sambil nunggu TKD, magang sambil nunggu TKD, Ngumpul bareng keluarga sambil nunggu TKD.Yang ujung-ujungnya semua bermuara ke TKD, hehe. Kalo istilahnya, udah fitrahnya. Silahkan saja berkarya seluas mungkin, tapi jangan pernah lupa akan kewajiban selanjutnya, TKD. #kekeuh
Apalagi dengan adanya Press Release IV, yang mengatakan kalo TKD direncanakan "dalam waktu dekat" . Nah lhooo .. Jeng jeng …

Sedekat apapun yang dimaksud, berikhtiarlah sesegera mungkin <--- Nasehat buat diri sendiri. Belajar bertanggung jawab. Belajar untuk meyelesaikan apa yang sudah dimulai. (Jadi inget sesuatu, film Negeri 5 Menara :D). Jangan kecewakan mereka. Mereka yang senantiasa mengharapkan kebaikan bagi masa depanmu.

Jangan biarkan doa orang tua kita menjadi berat sebelah, hanya karena sulitnya kita untuk memulai. Sekecil apapun usaha, akan ada ganjarannya. Itulah janji-Nya  ;) (QS. Az-Zalzalah: 7-8).
Kelulusan 100% STANers 2010 adalah harapan kita semua yang tentu bisa diwujudkan dengan kesungguhan. Karena keberhasilan adalah hukum alam bagi mereka yang bersungguh-sungguh (^^)9 .

Sunday, 29 December 2013

Merindunya ...



Rindu …
Rasa itu akan muncul dengan serta merta tanpa peduli ketika kita merasa sangat ingin bertemu, bercengkrama atau apapun yang dapat menebus rasa itu. Suasana, tempat, ataupun orang2nya adalah penyebab datangnya. Bahkan tangis pun bisa pecah saat puncak kerinduan menerpa. Terlebih untuk seorang perantau yang habis masa2 bangku kuliah, memasuki periode sebenarnya. Jangan ditanya bagaimana kerinduan terhadap kampung halaman. Jangan ditanya bagaimana hari2mu sekarang. Tidakkah kau ingin bertemu sebentar dengan keluarga juga teman2mu di tempat kelahiranmu? Aku rasa pertanyaan yang semua orang juga tahu jawabannya. Siapa yang tak rindu rumah, halaman belakang yang sejuk dengan pepohonan hijaunya, masakan ibu “sayur daun ubi” ditemani ikan asin juga sambel merah ikan selar (wew), ribut sama kakak :D, tawa canda bersama abang sambil rebutan channel tv, gimana gak rebutan, si abang maunya bola akunya ftv, haha. Ya, itulah beberapa kegiatanku kalo pulang pas libur kuliah. Sekarang? Aku memilih untuk stay di sini (red: perantauan) dengan magang sambil menunggu penghidupan dan yang bersedia menghidupiku, haha. Salah fokus. Poinnya adalah ingin mencoba sesuatu yang baru. Prinsipnya setiap orang pasti memiliki berbagai pertimbangan atas setiap pilihannya. So, hargai aja :D.

Kalo ditanya tentang rindu, banyak hal yang aku rindukan. Keluarga pasti, teman2 kuliah juga (karena udah pada dimana berkiprah), suasana kampus plus kegiatannya. Ini wajar2 aja, biasa kalo memasuki fase baru pasti begitu. Jadi, ya dinikmatin aja prosesnya. Karena biasanya dalam suatu proses ada banyak hal yang bisa jadi guru. Tidak ada yang kebetulan. Aku percaya itu ;) .

Jadi, merindu itu hukum alam bagi seorang perantau. Suatu saat aku pasti pulang, begitu juga dengan pulangnya kita kepada-Nya. Bertemu mereka dengan senyum tegas. Rasa rindu yang tak pernah pudar dalam segala musim dan peristiwa.

Saturday, 28 December 2013

Betapa Istimewanya Kamu :)



Istimewa.. suatu kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak biasa dan memiliki nilai lebih, dikira PPN (red: Pajak Pertambahan Nilai), nilai lebih -__- . Yasudah, tidak usah diperdebatkan, intinya begitu. Simpelnya, sesuatu atau mungkin seseorang bakal dikategorikan istimewa jika sesuatu itu memberi kesan mendalam. Nah, di sini saya mau sedikit memaparkan tentang sesuatu yang menurut saya salah satu yang istimewa di antara yang istimewa lainnya. Kita tahu bahwa Al-Quran terdiri dari 114 surat. Dari sekian banyak surat tersebut, saya terlanjur jatuh hati dengan surat Al-Mulk, yang artinya kerajaan. Surat ke 67, juz 29 ini terdiri dari 30 ayat, merupakan surat Makiyyah (surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah). Surat ini disebut juga surat “At-Tabaarak”, yang artinya Maha Suci. Walau begitu, bukan berarti surat yang lain tidak istimewa. Hanya sayanya saja yang belum memaknai lebih banyak. So, yuk sama2 kejar target :D.

Perkenalan lebih dalam dengan surat ini berawal dari kakak saya. Sang kakak yang gemar mendengar dan menghafal murattal membaginya pada adiknya ini yang memang masih sangat perlu dipengaruhi :D. Lupa kapan tepatnya, dan kebetulan lantunan surat Al-Mulk ini merupakan versi Yusuf Mansur. Hampir tiap pagi si kakak muter kenceng2 murattal Al-Mulk. Subahanallah, suara ustadz yang satu ini sangat menggetarkan. Terlepas dari indahnya lantunan suara, ternyata makna dari Al-Mulk itu sendiri luar biasa. Buat yang penasaran, boleh langsung dibuka Al-Quran terjemahannya :). Dari namanya saja Al-Mulk, kerajaan. Di dalamnya menggambarkan akan kebesaran dan kekuasaan Allah atas segala apa yang ada di langit dan di bumi. Di awal surat dikatakan bahwa DIA menjadikan mati dan hidup untuk menguji kita, mana yang lebih baik amalnya. Semoga kita dimudahkan & diistiqomahkan menjadi orang2 yang memikirkan dan mengumpulkan bekal untuk lulus ujian-Nya. Bagian yang cukup membuat saya merenung adalah tentang penciptaan. Berikut beberapa ayatnya.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang. Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?.
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan pandanganmu dalam keadaan letih.”
(Al-Mulk: 3-4)
“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, DIA Maha Melihat segala sesuatu.” (Al-Mulk: 19)
Katakanlah, “DIA-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (Al-Mulk: 23)
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?” (Al-Mulk: 30)

Tidak banyak yang mau saya katakan di sini. Hanya mari sama2 kita renungkan isi dari surat Al-Mulk ini. Karena bagaimana pun kita perlu perenungan. Semoga dengan mendalami surat Al-Mulk ini semakin membuat kita menghargai dan merasakan kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Semoga kita diistiqomahkan dalam kebaikan karena setiap diri itu berproses.
Semangat berproses! (^^)9