Sunday, 29 December 2013

Merindunya ...



Rindu …
Rasa itu akan muncul dengan serta merta tanpa peduli ketika kita merasa sangat ingin bertemu, bercengkrama atau apapun yang dapat menebus rasa itu. Suasana, tempat, ataupun orang2nya adalah penyebab datangnya. Bahkan tangis pun bisa pecah saat puncak kerinduan menerpa. Terlebih untuk seorang perantau yang habis masa2 bangku kuliah, memasuki periode sebenarnya. Jangan ditanya bagaimana kerinduan terhadap kampung halaman. Jangan ditanya bagaimana hari2mu sekarang. Tidakkah kau ingin bertemu sebentar dengan keluarga juga teman2mu di tempat kelahiranmu? Aku rasa pertanyaan yang semua orang juga tahu jawabannya. Siapa yang tak rindu rumah, halaman belakang yang sejuk dengan pepohonan hijaunya, masakan ibu “sayur daun ubi” ditemani ikan asin juga sambel merah ikan selar (wew), ribut sama kakak :D, tawa canda bersama abang sambil rebutan channel tv, gimana gak rebutan, si abang maunya bola akunya ftv, haha. Ya, itulah beberapa kegiatanku kalo pulang pas libur kuliah. Sekarang? Aku memilih untuk stay di sini (red: perantauan) dengan magang sambil menunggu penghidupan dan yang bersedia menghidupiku, haha. Salah fokus. Poinnya adalah ingin mencoba sesuatu yang baru. Prinsipnya setiap orang pasti memiliki berbagai pertimbangan atas setiap pilihannya. So, hargai aja :D.

Kalo ditanya tentang rindu, banyak hal yang aku rindukan. Keluarga pasti, teman2 kuliah juga (karena udah pada dimana berkiprah), suasana kampus plus kegiatannya. Ini wajar2 aja, biasa kalo memasuki fase baru pasti begitu. Jadi, ya dinikmatin aja prosesnya. Karena biasanya dalam suatu proses ada banyak hal yang bisa jadi guru. Tidak ada yang kebetulan. Aku percaya itu ;) .

Jadi, merindu itu hukum alam bagi seorang perantau. Suatu saat aku pasti pulang, begitu juga dengan pulangnya kita kepada-Nya. Bertemu mereka dengan senyum tegas. Rasa rindu yang tak pernah pudar dalam segala musim dan peristiwa.

Saturday, 28 December 2013

Betapa Istimewanya Kamu :)



Istimewa.. suatu kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak biasa dan memiliki nilai lebih, dikira PPN (red: Pajak Pertambahan Nilai), nilai lebih -__- . Yasudah, tidak usah diperdebatkan, intinya begitu. Simpelnya, sesuatu atau mungkin seseorang bakal dikategorikan istimewa jika sesuatu itu memberi kesan mendalam. Nah, di sini saya mau sedikit memaparkan tentang sesuatu yang menurut saya salah satu yang istimewa di antara yang istimewa lainnya. Kita tahu bahwa Al-Quran terdiri dari 114 surat. Dari sekian banyak surat tersebut, saya terlanjur jatuh hati dengan surat Al-Mulk, yang artinya kerajaan. Surat ke 67, juz 29 ini terdiri dari 30 ayat, merupakan surat Makiyyah (surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah). Surat ini disebut juga surat “At-Tabaarak”, yang artinya Maha Suci. Walau begitu, bukan berarti surat yang lain tidak istimewa. Hanya sayanya saja yang belum memaknai lebih banyak. So, yuk sama2 kejar target :D.

Perkenalan lebih dalam dengan surat ini berawal dari kakak saya. Sang kakak yang gemar mendengar dan menghafal murattal membaginya pada adiknya ini yang memang masih sangat perlu dipengaruhi :D. Lupa kapan tepatnya, dan kebetulan lantunan surat Al-Mulk ini merupakan versi Yusuf Mansur. Hampir tiap pagi si kakak muter kenceng2 murattal Al-Mulk. Subahanallah, suara ustadz yang satu ini sangat menggetarkan. Terlepas dari indahnya lantunan suara, ternyata makna dari Al-Mulk itu sendiri luar biasa. Buat yang penasaran, boleh langsung dibuka Al-Quran terjemahannya :). Dari namanya saja Al-Mulk, kerajaan. Di dalamnya menggambarkan akan kebesaran dan kekuasaan Allah atas segala apa yang ada di langit dan di bumi. Di awal surat dikatakan bahwa DIA menjadikan mati dan hidup untuk menguji kita, mana yang lebih baik amalnya. Semoga kita dimudahkan & diistiqomahkan menjadi orang2 yang memikirkan dan mengumpulkan bekal untuk lulus ujian-Nya. Bagian yang cukup membuat saya merenung adalah tentang penciptaan. Berikut beberapa ayatnya.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang. Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?.
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan pandanganmu dalam keadaan letih.”
(Al-Mulk: 3-4)
“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, DIA Maha Melihat segala sesuatu.” (Al-Mulk: 19)
Katakanlah, “DIA-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (Al-Mulk: 23)
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?” (Al-Mulk: 30)

Tidak banyak yang mau saya katakan di sini. Hanya mari sama2 kita renungkan isi dari surat Al-Mulk ini. Karena bagaimana pun kita perlu perenungan. Semoga dengan mendalami surat Al-Mulk ini semakin membuat kita menghargai dan merasakan kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Semoga kita diistiqomahkan dalam kebaikan karena setiap diri itu berproses.
Semangat berproses! (^^)9

Sunday, 1 December 2013

The Most ...


Setiap orang pasti memiliki hal-hal unik yang disukai atau sesuatu yang sangat diinginkan sekalipun orang lain malah sebaliknya. "Wong aku terlanjur sukak, trus aku kudu piye??? ", mungkin itulah kalimat yang akan dilontarkan jika ada yang mempertanyakan akan kesukaannya. Contoh sederhananya aja ni, sekarang ni lagi rame-ramenya korea mulai dari drama, boyband, girlband, bahkan bahasanya juga banyak yang mempelajari, termasuk saya sendiri :D, trus ada pihak yang kontra, trus piye? . Saya sendiri mempelajari itu karena penasaran aja sama bentuk hurufnya yang kotak-kotak bertanduk itu. Gak beneran belajar juga sih, cuma seneng aja kalo bisa berkesempatan tau. Semoga saya atau siapapun bisa mengambil hikmah dari apapun itu hal yang kita sukai :), karena dalam seburuk-buruk keadaan sekalipun, pasti ada hikmah di dalamnya, setuju? :)

Nah, itu sedikit pengantar dari yang mau saya sampaikan setelah ini. Berbicara tentang 'kesukaan', tentu lingkupnya sangat luas ya. Suka apa dulu ni? Makanan, film, olahraga, pelajaran, tempat, atau seseorang mungkin (?). Untuk kali ini, saya mau cerita soal the most place I want to be there ^_^. Berhubung aku suka pantai, pengen banget bisa jalan-jalan ke provinsi sebelah , it means Aceh. Pada tau lah ya, di sana banyak pantai, dan bagusnya bikin pengen ke sana pake pintu doraemon :( (belum pernah ke sana tapi sotoy ceritanya). Lhok Nga, Ulele, trus nyebrang dikit ke sabang :D. Semacam terhipnotis kalo ada temen atau kakak tingkat yang upload foto narsisnya. Bikin ngiriiii -__-. Gambarnya di googling sendiri aja yaa :p

Sebenarnya kalo bercerita tentang Aceh, ada sisi lain lagi yang saya suka. Dan ini ada hubungannya dengan mata kuliah 'Budaya Nusantara'. Secara tidak langsung, lewat matkul tersebut saya mengenal Aceh lebih dalam. Mulai dari budaya, adat, bahasa, lagu, terlebih lagi tariannya yang bahkan sampai tingkat internasional juga tak kalah pamor, saman. Jadi waktu itu ceritanya kelompok saya kebagian budaya Aceh untuk presentasi. Sebenarnya pilihan iseng karena bingung mau milih apa. Saya orang Medan, tapi suku Jawa. Bahasa batak aja saya gak ngerti, Jawa pun saya gak terlalu paham. (kasian yaa.. Semoga segera kembali ke jalan yang benar). Alhasil, temen satu kelompok saya, yang sedaerah dengan saya, menyarankan memilih Aceh, padahal dia sendiri keturunan India. Yang anehnya, milih budaya Aceh, tapi gak satu pun dari kami yang asalnya dari Aceh :D, karena sisanya dari Jawa. Karena diwajibkan penampilan, kami memilih tarian Likok Pulo sebagai persembahan dari teman kelompok yang laki-laki dan sebuah lagu "Hikayat Putroe Bungsoe" dari kami yang perempuan serta mie Aceh sebagai makanan khas. Berhubung saya suka musik yang ke-melayu2an, tidak sulit buat saya mempelajarinya. Yang lucu adalah ketika latihan tari yang hanya bermodal nekat dan ketidaktahuan akan keakuratan gerakan karena tidak ada yang memandu. Ditambah kejadian2 konyol lainnya yang sering memecah tawa kami disela-sela waktu latihan yang hanya 4 hari. Tapi, memang "ganjaranmu sesuai dengan kadar lelahmu". Tuhan memberikan hasil yang indah dari itu semua :))). 
Ya, terkadang hidup memang seperti itu, meski berawal dari ketidaksengjaan, dalam artian tanpa dasar yang kuat dalam memilih, tetapi ternyata banyak pelajaran atau hikmah yang bisa diambil. Dan semoga apapun pilihan kita, semoga tidak salah pilih dan diberi kemudahan :)

Singkat cerita, saya pengen ke Aceh. Udah itu aja. :D #mulai nyolot

Terakhir, apapun hal yang kita sukai, hargailah itu dan ekspresikan dengan sebaik-baik cara, dan ambil sekecil apapun manfaat dari itu.

The more you like, The more you will take care of