Istimewa.. suatu
kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak biasa dan
memiliki nilai lebih, dikira PPN (red: Pajak Pertambahan Nilai), nilai lebih
-__- . Yasudah, tidak usah diperdebatkan, intinya begitu. Simpelnya, sesuatu
atau mungkin seseorang bakal dikategorikan istimewa jika sesuatu itu memberi
kesan mendalam. Nah, di sini saya mau sedikit memaparkan tentang sesuatu yang
menurut saya salah satu yang istimewa di antara yang istimewa lainnya. Kita
tahu bahwa Al-Quran terdiri dari 114 surat. Dari sekian banyak surat tersebut,
saya terlanjur jatuh hati dengan surat Al-Mulk, yang artinya kerajaan. Surat ke
67, juz 29 ini terdiri dari 30 ayat, merupakan surat Makiyyah (surat yang
diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah). Surat ini disebut juga
surat “At-Tabaarak”, yang artinya Maha Suci. Walau begitu, bukan berarti surat
yang lain tidak istimewa. Hanya sayanya saja yang belum memaknai lebih banyak.
So, yuk sama2 kejar target :D.
Perkenalan lebih
dalam dengan surat ini berawal dari kakak saya. Sang kakak yang gemar mendengar
dan menghafal murattal membaginya pada adiknya ini yang memang masih sangat
perlu dipengaruhi :D. Lupa kapan tepatnya, dan kebetulan lantunan surat Al-Mulk
ini merupakan versi Yusuf Mansur. Hampir tiap pagi si kakak muter kenceng2
murattal Al-Mulk. Subahanallah, suara ustadz yang satu ini sangat menggetarkan.
Terlepas dari indahnya lantunan suara, ternyata makna dari Al-Mulk itu sendiri
luar biasa. Buat yang penasaran, boleh langsung dibuka Al-Quran terjemahannya :).
Dari namanya saja Al-Mulk, kerajaan. Di dalamnya menggambarkan akan kebesaran
dan kekuasaan Allah atas segala apa yang ada di langit dan di bumi. Di awal
surat dikatakan bahwa DIA menjadikan mati dan hidup untuk menguji kita, mana
yang lebih baik amalnya. Semoga kita dimudahkan & diistiqomahkan menjadi
orang2 yang memikirkan dan mengumpulkan bekal untuk lulus ujian-Nya. Bagian yang
cukup membuat saya merenung adalah tentang penciptaan. Berikut beberapa
ayatnya.
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-ulang. Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?.
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu tanpa menemukan cacat dan pandanganmu dalam keadaan letih.”
(Al-Mulk: 3-4)
“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan
mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara)
selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, DIA Maha Melihat segala sesuatu.” (Al-Mulk:
19)
Katakanlah, “DIA-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran,
penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”
(Al-Mulk: 23)
Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu
menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?” (Al-Mulk: 30)
Tidak banyak yang
mau saya katakan di sini. Hanya mari sama2 kita renungkan isi dari surat
Al-Mulk ini. Karena bagaimana pun kita perlu perenungan. Semoga dengan
mendalami surat Al-Mulk ini semakin membuat kita menghargai dan merasakan
kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Semoga kita
diistiqomahkan dalam kebaikan karena setiap diri itu berproses.
Semangat berproses!
(^^)9
No comments:
Post a Comment