Sunday, 25 March 2012

Bukan Guru Biasa

Assalamu’alaikum kawan! Apa kabarnya hari ini? Mudah-mudahan LUAR BIASA ya :)
Nah, sebelumnya saya ingin bertanya, “siapa guru favorit kalian sewaktu sekolah?”, atau “siapa guru yang paling berkesan bagi kalian? dan kenapa?” Pasti beragam jawabannya. Mungkin akan ada yang menjawab karena gurunya ganteng atau cantik. Hehe. Ngasi nilainya baik. Gak pernah ngasi tugas. Atau karena killer abis sehingga buat kamu ngerasa tertantang. haha
Di kesempatan kali ini saya akan menulis tentang guru, tepatnya bukan guru biasa, dari sudut pandang saya. Ini bukan judul lagu seperti “bukan cinta biasa” nya Afgan. Tetapi ini adalah kata-kata yang saya persembahkan bagi mereka-mereka yang tidak hanya mengajar melainkan juga memberikan nilai-nilai yang luar biasa kepada anak didiknya. Karena menurut saya pribadi, sedikit sekali pengajar yang menyelipkan pengajaran hidup. Kebanyakan hanya berfokus pada selesainya materi. Hanya mengejar target nilai untuk lulus standar. Mungkin hal ini yang membuat mereka, para guru luar biasa, terlihat begitu istimewa di mata saya.
Setelah sekian lama saya mengenyam pendidikan sampai sekarang ada beberapa sosok yang saya ingat karena nasehat, motivasi, dan spirit yang mereka sampaikan. Salah satunya adalah Pak Heri Limbong. Guru Fisika saya ketika kelas 3 SMA, usianya sekitar 30an saat itu. Sebagaimana yang diketahui bahwa fisika adalah salah satu pelajaran yang banyak tidak disukai para siswa. Entah karena ada hukum Newton di sana atau adanya fluida, juga Hukum Lorentz. Yang jelas mata pelajaran ini cukup tidak diminati. Bahkan saya sendiri yang sebenarnya cukup tertarik pada Fisika, baru menemukan enaknya belajar Fisika ketika bertemu dengan Pak  Limbong. Begitu kami biasa memanggilnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengajar memiliki peran dalam menentukan passion belajar siswa. Berbeda dengan ketika kelas 1 dan 2 yang  belajar Fisika hanya untuk menyelesaikan masalah, yaitu lulus ujian, tetapi belajar dengan Pak Limbong itu seolah memberi pemahaman baru bahwa Fisika itu mudah. Beliau mengajar dengan penuh kesabaran, sistematis, dan jelas. Mungkin karena basicnya adalah seorang tentor di sebuah bimbingan belajar menjadikan beliau memiliki gaya mengajar yang berbeda dengan guru di sekolah-sekolah pada umumnya. Tentu ini sangat asik jika gaya mengajar tentor ada di dalam kelas. Dengan usia yang relatif muda, menjadikan beliau cukup mudah dekat dengan kami. Satu nasehatnya yang sampai saat ini saya ingat adalah,”hidup itu jangan terlalu banyak tertawa, sesekali menangislah”. Bahkan di sebuah hadits dikatakan bahwa tertawa itu bisa menutup hati. Sebuah pesan sederhana yang diselipkan di tengah proses belajar mengajar itu seperti memenuhi sebelah hati lagi yang masih kosong. Selain itu beliau juga cukup mengenal kami secara personal, minimal tahu nama. Ini tentu menjadi nilai lebih tersendiri bagi seorang guru. Dan kami sebagai murid merasa sangat diapresiasi.
Selain Pak Limbong, masih ada Miss Salmi (B.Inggris), Pak Dayan (Fiqih), Pak Sunar (Olahraga), Bang Darwin (Tentor Matematika), Bang Hendri Jaya (Tentor Matematika & TPA), Bang Dion (Tentor B.Inggris),  Bang Mumu (Tentor B.Inggris), dan Bang Heru (Tentor B.Inggris). Ini adalah sederetan nama orang-orang yang buat saya bukan hanya sekedar guru atau pengajar saja, tetapi lebih dari sekedar itu. Mereka adalah orang-orang hebat yang saya yakin menjadi inspirasi para siswanya, termasuk saya. Begitu banyak hal berharga yang saya dapat dari mereka. Tidak mungkin saya jabarkan satu-satu di sini. Karena akan ada banyak cerita tentang mereka. Yang pasti saya bangga punya guru seperti mereka. Ribuan terima kasih yang tak terkira saya persembahkan untuk beliau-beliau yang telah bersedia mendidik saya dalam segala hal. Semoga kebaikan selalu menyertai.
Oke. Sampai di sini dulu tulisan kali ini. Semoga bermanfaat. ^^



No comments:

Post a Comment