Assalamu’alaikum
kawan! Apa kabarnya hari ini? Mudah-mudahan LUAR BIASA ya :)
Nah,
sebelumnya saya ingin bertanya, “siapa guru favorit kalian sewaktu sekolah?”,
atau “siapa guru yang paling berkesan bagi kalian? dan kenapa?” Pasti beragam
jawabannya. Mungkin akan ada yang menjawab karena gurunya ganteng atau cantik.
Hehe. Ngasi nilainya baik. Gak pernah ngasi tugas. Atau karena killer abis sehingga buat kamu ngerasa
tertantang. haha
Di kesempatan
kali ini saya akan menulis tentang guru, tepatnya bukan guru biasa, dari sudut
pandang saya. Ini bukan judul lagu seperti “bukan cinta biasa” nya Afgan.
Tetapi ini adalah kata-kata yang saya persembahkan bagi mereka-mereka yang
tidak hanya mengajar melainkan juga memberikan nilai-nilai yang luar biasa
kepada anak didiknya. Karena menurut saya pribadi, sedikit sekali pengajar yang
menyelipkan pengajaran hidup. Kebanyakan hanya berfokus pada selesainya materi.
Hanya mengejar target nilai untuk lulus standar. Mungkin hal ini yang membuat
mereka, para guru luar biasa, terlihat begitu istimewa di mata saya.
Setelah
sekian lama saya mengenyam pendidikan sampai sekarang ada beberapa sosok yang
saya ingat karena nasehat, motivasi, dan spirit yang mereka sampaikan. Salah
satunya adalah Pak Heri Limbong. Guru Fisika saya ketika kelas 3 SMA, usianya
sekitar 30an saat itu. Sebagaimana yang diketahui bahwa fisika adalah salah
satu pelajaran yang banyak tidak disukai para siswa. Entah karena ada hukum
Newton di sana atau adanya fluida, juga Hukum Lorentz. Yang jelas mata
pelajaran ini cukup tidak diminati. Bahkan saya sendiri yang sebenarnya cukup tertarik
pada Fisika, baru menemukan enaknya belajar Fisika ketika bertemu dengan
Pak Limbong. Begitu kami biasa
memanggilnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengajar memiliki peran dalam
menentukan passion belajar siswa.
Berbeda dengan ketika kelas 1 dan 2 yang belajar Fisika hanya untuk menyelesaikan
masalah, yaitu lulus ujian, tetapi belajar dengan Pak Limbong itu seolah
memberi pemahaman baru bahwa Fisika itu mudah. Beliau mengajar dengan penuh
kesabaran, sistematis, dan jelas. Mungkin karena basicnya adalah seorang tentor di sebuah bimbingan belajar
menjadikan beliau memiliki gaya mengajar yang berbeda dengan guru di
sekolah-sekolah pada umumnya. Tentu ini sangat asik jika gaya mengajar tentor
ada di dalam kelas. Dengan usia yang relatif muda, menjadikan beliau cukup
mudah dekat dengan kami. Satu nasehatnya yang sampai saat ini saya ingat
adalah,”hidup itu jangan terlalu banyak tertawa, sesekali menangislah”. Bahkan
di sebuah hadits dikatakan bahwa tertawa itu bisa menutup hati. Sebuah pesan
sederhana yang diselipkan di tengah proses belajar mengajar itu seperti
memenuhi sebelah hati lagi yang masih kosong. Selain itu beliau juga cukup
mengenal kami secara personal, minimal tahu nama. Ini tentu menjadi nilai lebih
tersendiri bagi seorang guru. Dan kami sebagai murid merasa sangat diapresiasi.
Selain Pak
Limbong, masih ada Miss Salmi (B.Inggris), Pak Dayan (Fiqih), Pak Sunar (Olahraga),
Bang Darwin (Tentor Matematika), Bang Hendri Jaya (Tentor Matematika & TPA),
Bang Dion (Tentor B.Inggris), Bang Mumu
(Tentor B.Inggris), dan Bang Heru (Tentor B.Inggris). Ini adalah sederetan nama
orang-orang yang buat saya bukan hanya sekedar guru atau pengajar saja, tetapi
lebih dari sekedar itu. Mereka adalah orang-orang hebat yang saya yakin menjadi
inspirasi para siswanya, termasuk saya. Begitu banyak hal berharga yang saya
dapat dari mereka. Tidak mungkin saya jabarkan satu-satu di sini. Karena akan ada
banyak cerita tentang mereka. Yang pasti saya bangga punya guru seperti mereka.
Ribuan terima kasih yang tak terkira saya persembahkan untuk beliau-beliau yang
telah bersedia mendidik saya dalam segala hal. Semoga kebaikan selalu
menyertai.
Oke. Sampai
di sini dulu tulisan kali ini. Semoga bermanfaat. ^^
No comments:
Post a Comment