Setiap orang pasti
memiliki hal-hal unik yang disukai atau sesuatu yang sangat diinginkan
sekalipun orang lain malah sebaliknya. "Wong aku terlanjur sukak, trus aku
kudu piye??? ", mungkin itulah kalimat yang akan dilontarkan jika ada yang
mempertanyakan akan kesukaannya. Contoh sederhananya aja ni, sekarang ni lagi
rame-ramenya korea mulai dari drama, boyband, girlband, bahkan bahasanya juga
banyak yang mempelajari, termasuk saya sendiri :D, trus ada pihak yang kontra,
trus piye? . Saya sendiri mempelajari itu karena penasaran aja sama bentuk
hurufnya yang kotak-kotak bertanduk itu. Gak beneran belajar juga sih, cuma
seneng aja kalo bisa berkesempatan tau. Semoga saya atau siapapun bisa
mengambil hikmah dari apapun itu hal yang kita sukai :), karena dalam
seburuk-buruk keadaan sekalipun, pasti ada hikmah di dalamnya, setuju? :)
Nah, itu sedikit
pengantar dari yang mau saya sampaikan setelah ini. Berbicara tentang
'kesukaan', tentu lingkupnya sangat luas ya. Suka apa dulu ni? Makanan, film,
olahraga, pelajaran, tempat, atau seseorang mungkin (?). Untuk kali ini, saya
mau cerita soal the most place I want to be
there ^_^. Berhubung aku suka pantai, pengen banget bisa jalan-jalan ke
provinsi sebelah , it means Aceh. Pada
tau lah ya, di sana banyak pantai, dan bagusnya bikin pengen ke sana pake pintu
doraemon :( (belum pernah ke sana tapi sotoy ceritanya). Lhok Nga, Ulele, trus
nyebrang dikit ke sabang :D. Semacam terhipnotis kalo ada temen atau kakak
tingkat yang upload foto narsisnya. Bikin ngiriiii -__-. Gambarnya di googling
sendiri aja yaa :p
Sebenarnya kalo
bercerita tentang Aceh, ada sisi lain lagi yang saya suka. Dan ini ada
hubungannya dengan mata kuliah 'Budaya Nusantara'. Secara tidak langsung, lewat
matkul tersebut saya mengenal Aceh lebih dalam. Mulai dari budaya, adat,
bahasa, lagu, terlebih lagi tariannya yang bahkan sampai tingkat internasional
juga tak kalah pamor, saman. Jadi waktu itu ceritanya kelompok saya kebagian
budaya Aceh untuk presentasi. Sebenarnya pilihan iseng karena bingung mau milih
apa. Saya orang Medan, tapi suku Jawa. Bahasa batak aja saya gak ngerti, Jawa
pun saya gak terlalu paham. (kasian yaa.. Semoga segera kembali ke jalan yang
benar). Alhasil, temen satu kelompok saya, yang sedaerah dengan saya,
menyarankan memilih Aceh, padahal dia sendiri keturunan India. Yang anehnya,
milih budaya Aceh, tapi gak satu pun dari kami yang asalnya dari Aceh :D,
karena sisanya dari Jawa. Karena diwajibkan penampilan, kami memilih tarian
Likok Pulo sebagai persembahan dari teman kelompok yang laki-laki dan sebuah
lagu "Hikayat Putroe Bungsoe" dari kami yang perempuan serta mie Aceh
sebagai makanan khas. Berhubung saya suka musik yang ke-melayu2an, tidak sulit
buat saya mempelajarinya. Yang lucu adalah ketika latihan tari yang hanya
bermodal nekat dan ketidaktahuan akan keakuratan gerakan karena tidak ada yang
memandu. Ditambah kejadian2 konyol lainnya yang sering memecah tawa kami
disela-sela waktu latihan yang hanya 4 hari. Tapi, memang "ganjaranmu
sesuai dengan kadar lelahmu". Tuhan memberikan hasil yang indah dari itu
semua :))).
Ya, terkadang hidup
memang seperti itu, meski berawal dari ketidaksengjaan, dalam artian tanpa
dasar yang kuat dalam memilih, tetapi ternyata banyak pelajaran atau hikmah
yang bisa diambil. Dan semoga apapun pilihan kita, semoga tidak salah pilih dan
diberi kemudahan :)
Singkat cerita, saya
pengen ke Aceh. Udah itu aja. :D #mulai nyolot
Terakhir, apapun hal
yang kita sukai, hargailah itu dan ekspresikan dengan sebaik-baik cara, dan
ambil sekecil apapun manfaat dari itu.
The more you like, The more you will take care of
No comments:
Post a Comment