Sunday, 1 December 2013

The Most ...


Setiap orang pasti memiliki hal-hal unik yang disukai atau sesuatu yang sangat diinginkan sekalipun orang lain malah sebaliknya. "Wong aku terlanjur sukak, trus aku kudu piye??? ", mungkin itulah kalimat yang akan dilontarkan jika ada yang mempertanyakan akan kesukaannya. Contoh sederhananya aja ni, sekarang ni lagi rame-ramenya korea mulai dari drama, boyband, girlband, bahkan bahasanya juga banyak yang mempelajari, termasuk saya sendiri :D, trus ada pihak yang kontra, trus piye? . Saya sendiri mempelajari itu karena penasaran aja sama bentuk hurufnya yang kotak-kotak bertanduk itu. Gak beneran belajar juga sih, cuma seneng aja kalo bisa berkesempatan tau. Semoga saya atau siapapun bisa mengambil hikmah dari apapun itu hal yang kita sukai :), karena dalam seburuk-buruk keadaan sekalipun, pasti ada hikmah di dalamnya, setuju? :)

Nah, itu sedikit pengantar dari yang mau saya sampaikan setelah ini. Berbicara tentang 'kesukaan', tentu lingkupnya sangat luas ya. Suka apa dulu ni? Makanan, film, olahraga, pelajaran, tempat, atau seseorang mungkin (?). Untuk kali ini, saya mau cerita soal the most place I want to be there ^_^. Berhubung aku suka pantai, pengen banget bisa jalan-jalan ke provinsi sebelah , it means Aceh. Pada tau lah ya, di sana banyak pantai, dan bagusnya bikin pengen ke sana pake pintu doraemon :( (belum pernah ke sana tapi sotoy ceritanya). Lhok Nga, Ulele, trus nyebrang dikit ke sabang :D. Semacam terhipnotis kalo ada temen atau kakak tingkat yang upload foto narsisnya. Bikin ngiriiii -__-. Gambarnya di googling sendiri aja yaa :p

Sebenarnya kalo bercerita tentang Aceh, ada sisi lain lagi yang saya suka. Dan ini ada hubungannya dengan mata kuliah 'Budaya Nusantara'. Secara tidak langsung, lewat matkul tersebut saya mengenal Aceh lebih dalam. Mulai dari budaya, adat, bahasa, lagu, terlebih lagi tariannya yang bahkan sampai tingkat internasional juga tak kalah pamor, saman. Jadi waktu itu ceritanya kelompok saya kebagian budaya Aceh untuk presentasi. Sebenarnya pilihan iseng karena bingung mau milih apa. Saya orang Medan, tapi suku Jawa. Bahasa batak aja saya gak ngerti, Jawa pun saya gak terlalu paham. (kasian yaa.. Semoga segera kembali ke jalan yang benar). Alhasil, temen satu kelompok saya, yang sedaerah dengan saya, menyarankan memilih Aceh, padahal dia sendiri keturunan India. Yang anehnya, milih budaya Aceh, tapi gak satu pun dari kami yang asalnya dari Aceh :D, karena sisanya dari Jawa. Karena diwajibkan penampilan, kami memilih tarian Likok Pulo sebagai persembahan dari teman kelompok yang laki-laki dan sebuah lagu "Hikayat Putroe Bungsoe" dari kami yang perempuan serta mie Aceh sebagai makanan khas. Berhubung saya suka musik yang ke-melayu2an, tidak sulit buat saya mempelajarinya. Yang lucu adalah ketika latihan tari yang hanya bermodal nekat dan ketidaktahuan akan keakuratan gerakan karena tidak ada yang memandu. Ditambah kejadian2 konyol lainnya yang sering memecah tawa kami disela-sela waktu latihan yang hanya 4 hari. Tapi, memang "ganjaranmu sesuai dengan kadar lelahmu". Tuhan memberikan hasil yang indah dari itu semua :))). 
Ya, terkadang hidup memang seperti itu, meski berawal dari ketidaksengjaan, dalam artian tanpa dasar yang kuat dalam memilih, tetapi ternyata banyak pelajaran atau hikmah yang bisa diambil. Dan semoga apapun pilihan kita, semoga tidak salah pilih dan diberi kemudahan :)

Singkat cerita, saya pengen ke Aceh. Udah itu aja. :D #mulai nyolot

Terakhir, apapun hal yang kita sukai, hargailah itu dan ekspresikan dengan sebaik-baik cara, dan ambil sekecil apapun manfaat dari itu.

The more you like, The more you will take care of

No comments:

Post a Comment